Tuesday, November 29, 2005

Batal Kopdar Ma Teh Nurul And Mba Patty

Sedih deh nggak jadi kopdar ma Teh Nurul and Mba Patty, apalagi Dinny dah janji hiks hiks hiks. Sebenernya kopdar Ma Teh Nurul 90 % akan jadi hehehe tapi saat detik-detik terakhir kami akan menuju tempat kopdar, Papa Shalman di telpon seseorang (rahasia ah) harus ngecek proyek di BEC. Akhirnya batal deh, padahal kami dah rapi :D, emak dan anak jadi kecewa deh.  Trus telpon Teh Nurul takut udah nungguin, ternyata Teh Nurul dah di lokasi, duh Teh Nurul punten yeuh… Kalo nggak sama Papah Shalman KO deh ngajakin Daffa ke Arcamanik hihihi, abis agendanya banyak… Mulai naik motor, naik kuda, naik motor-motoran, liat ikan, liat orang lalu lalang, gangguin teteh2 kecil (hihihi), makan lontong kari, lari-lari di taman, judulna mah gempor surempor kalo sendirian.  Akhirnya bikin janji lagi ama Teh Nurul, ntar kalo ada di Arcamanik langsung telpon Teh Nurul dan qta bisa ketemuan deh.



Kalo batal kopdar ma Mba Patty and the gank alasannya sangat  prinsif sekali cieeeee, tanggal 3 Desmber 2005 adalah hari perkawinannya Sari sahabat kuliah dulu di Cirebon, undangan baru diterima Minggu kemarin. Dan dia minta Dinny untuk jadi pendampingnya cieee lagi, dengan berat hati dibatalin deh kopdar di IP hiks hiks padahal dah banyak ide2 muncul untuk agenda setelah pertemuan kami di IP, akan ada acara besar (nanti di posting khusus ya….). Maaf ya Mba Patty and The gank, lain waktu qta pasti bisa ketemuan…
Posted by dinnykaa at 03:07:41 | Permalink | Comments (8)

Friday, November 25, 2005

Kopdar

Setelah lama bergaul di dunia maya, akhirnya kejadian juga tuh yang namanya kopdar. Kopdar pertama adalah bersama milis Tasik, milisnya netters Tasikmalaya. Idenya dari Aku, Runa, Rezza dan Ega yang alumni Sman 2 Tasikmalaya yang sering ngobrol di YM pengen ketemuan :D. Walapun mereka adalah adik kelasku tapi dah kayak adik sendiri dan temen ngobrol yang enak. Akhirnya dibuatlah rencana mulai ketemuan di rumah (tapi rumah Nenek kecil euy :) ), trus di mesjid agung dan akhirnya dipilihlah di Situ Gede Tasikmaya (duh, walaupun tinggal di TAsik 3 taun blom pernah denger yeuh, punten ka parawargi di Tasik hehehe). Untuk acara ini bener2 Runa dan Rezza yang jadi seksi sibuk, kaditu kadieu, nuhun pisan nya Run & Rez, ulah kapok nya…..

Acara itu dilaksanakan pada tanggal 5 Nopember 2006 di Situ Gede Tasikmalaya pada jam 9 pagi.

Yang hadir saat itu adalah :
Kang Rezza Krisdian (tasik-bogor), Cepetan beres atuh :D

Kang Runa Inawan (tasik-bogor), Cileunyi nya Run ???

Teh Dinnyka (tasik-bandung), salah kostum euy, jadi keliatan gendut di foto :))

Teh Susan (tasik-bandung, ternyata tetangga lama di Burujul

Kang Supri (tasik-bandung), misoa Susan turunan Palembang

Kang Agus Ramdhani (tasik-Yogya), ternyata anak NR, pantesan familiar

Kang Gun-gun (tasik-bandung)

Kang Maman (tasik-bandung)

Kang Ega (tasik-tangerang)

Teh Lina (tasik-bandung)

Kang Eka priatna (tasik-jakarta), Bapak Moderator qta

Kang Gumilar (ciamis-bogor)

Kang Rahmat (tasik-bogor)

 

Selain ngerumpi sana sini, saling memperkenalkan diri, kopdar itu menghasilkan :

1. Kopdar + halal bihalal Idul fitri setahun sekali
2. Meramaikan situs Tasikmalaya dan Milist tasik@yahoogroups.com
3. Menginvite baraya tasik yang lain di milis Tasik
4. Untuk mempererat komunikasi dengan ngobrol via Conference YM

Kopdar kedua adalah ketemuan ama T Ei di acara pernikahannya dia :D, di Gedung Argo Wilis, PJKA Bandung. Geulis pisan yeuh panganten,,, Akyu datang bersama Daffa and misoa dan nggak bisa lama-lama bersapa, T Einya kan sibuk disalamin dan foto-foto hehehe. Duh punten T Ei, foto T Ei the ke delete ma nu kasep Daffa hehehe.

Wilujeung Jatuk Rami, mugia aya dina wawilujeungan nya Teh Ei dan Akangnya.
Dinikahan T Ei ternyata ketemu temen kantor, Bapak dan ibu Lubis, ternyata
Bandung teh sempit nyak.

Kopdar yang ketiga blum terlaksana karena akan dilaksanakan hari Minggu tanggal 27 Nopember 2005, ama bumil Teh Nurul di perluasan Arcamanik. Ternyata rumah Teh Nurul deket dari rumah. Setiap Minggu pasti kami selalu ke perluasan itu ngajakin Daffa naik kuda, naik motor2an, makan lontong sayur dan belanja-belanja lumayan murah2.

Kopdar yang keempat blom terlaksana juga yaitu ama Mba Patty dkk di Istana Plaza bandung tanggal 3 Desember 2005. Mba Patty dkk adalah member milis SEHAT, qta mo ketemuan abis kangen hehehe ketemuannya di milis melulu :D.

Posted by dinnykaa at 09:08:42 | Permalink | Comments (13)

Tuesday, November 22, 2005

Kejutan dari Tante Anie

Sebenernya kejadian ini udah lama banget yaitu terjadi pada tanggal 18 September 2005. Disebut bersejarah bisa juga hehehe, secara Mama D pengen Daffa jadi foto model mah. Jadi pada saat itu, kami menerima telpon dari Nyai Daffa dari Palembang, yang mengabarkan kalo Daffa masuk Koran Harian Pagi palembang. Huah kaget suraget, abiz Mama D dan Papa Shalman nggak merasa mengorbitkan Daffa di Koran Harian Palembang hehehe. Setelah diselidiki, ternyata Tante  Anie, calon istrinya Om Tata (kapan atuh tanggalnya, biar qta bisa memaksakan mudik ke Palembang :)) yang memasukan profile Daffa ke Koran itu. Kata Tante Anie kejutan geto lo… dia ngambil picnya Daffa dari blog, jadi picnya nggak maksimal karena pernah mengalami proses stretch, kalo Mama D tau Daffa di foto ke Jonas dulu :D. Duh penasaran banget… saat itu lo….

Ini dia propile Daffa, di Harian Pagi Palembang tanggal 18 September 2005. (rada burem karena langsung scan dari koran, kayaknya korannya hitam putih deh :D).

Posted by dinnykaa at 08:17:22 | Permalink | Comments (14)

Friday, November 18, 2005

PELANGI 7nya dr. Wati : Lets do THE TANGO

Membaca pelangi dr. Wati dari milis SEHAT ini, sangat membangkitkan semangat, setelah apa yang terjadi saat Daffa sakit kemarin. Resume yang aku buat membuat banyak sahabat blogger pusing tujuh keliling hihihi. Abis kepanjang geto lo ditambah DSAnya blom bisa berdansa eh salah blom satu langkah dan seirama. Kalo pasien dan dokter sudah seirama, alangkah indahnya dunia ini. Aku ingin memberikan asupan untuk DSAnya Daffa, dia harus tau kalo Mamanya Daffa berusahan untuk belajar tentang kesehatan dasar sehingga kami bisa seirama menghadapi sakitnya Daffa. Apabila asupan tidak berhasil, sudah saatnya kami cari DSA Daffa yang RUD, kalo blom dapat juga minimal yang mau sharing dan diskusi alot denganku :)).

Menurut dr. Wati, pola layanan kesehatan yang terbaik adalah :
1. Pola layanan kesehatan yang cost effective (cost di sini artinya luas, semua bentuk “harm” tergolong dalam cost).
2. Layanan kesehatan yang terbaik adalah ketika kunjungan ke dokter … terjadi proses advocacy atas dasar sharing information dan berakhir pada shared decision making.

Intinya … pola layanan kesehatan yang baik merupakan suatu kerjasama kemitraan antara pasien dengan dokternya. Pada hakikatnya … hibungan antara pasien dengan dokter laiknya dua orang yang sedang berdansa. Dua pihak yang sepakat untuk bekerjamasa, menyesuaikan langkah dan irama sehingga tercipta suatu harmoni yang indah

Dokter membimbing si pasien (seperti Al Pacino yg meski buta …membimbing
si gadis di lantai dansa. Di lain pihak, kalau mau jadi mitra .. si pasien harus berusaha untuk belajar… menguasai masalah kesehatan dasarmau bertanya dan mau memberikan asupan (kalau partner dansanya terlalu cepat misalnya … kita beri asupan … pelan2 dong hehehe

Ok selamat bermitra
kalian sudah mulai banyak belajar satu tahapan lagi yang perlu dilakukan
beri dokternya asupan misalnya dok .. tempo hari waktu dikasih antibiotika … saya gak tebus resepnya karena kan flunya karena virus atau dok .. saya tidak mau diberi puyer .. sirup aja deh, generik ya dok .. pleaseee

Intinya … jangan pula kalian belajar tango sendirian … mahir dan piawai
sedangkan partnernya gak bisa tango kan repot ya. Oleh karena itu, wisely and nicely tell your doctor … inform him/her kalau resepnya gak ditebus, kalau punya rtikel bagus .. tinggal di mejanya … tanda cinta dok .. sambil senyum manis mengerling pasti luluh hati sang dokter ya gak siiih

Percayalah .. kalian akan bermitra dengan indah. Dansa kalian berdua akan sangat harmonis daN elegant. Butuh waktu dan kesabaran .. tapi bukan tak mungkin.

You and your doctor

It takes two to tango

wati

Posted by dinnykaa at 02:34:22 | Permalink | Comments (14)

Monday, November 14, 2005

Resume Sakit Daffa kemarin

Rasanya sakit Daffa kemarin harus dibuat resumenya, karena banyak catatan yang harus Mama D renungkan dalam hal menghadapi Daffa sakit. Yang paling harus digaris bawahi adalah kepanikan Mama D and the gank hehehe, gimana nggak panik suranik saat Daffa di bawa ke DSA dan di cek darah, Daffa diduga gejala demam berdarah, mana mau lebaran lagi. Saat itu kondisi Daffa adalah :

- Demam 72 jam
- Suhu tubuh 38 -38.7 derajat C
- Batuk tak berhenti
- Behavior tetap pecicilan
- Muntah 3 kali

Hasil Cek Darah Daffa adalah :

- Hb = 11.7 gr/dl, L. normal 12.0-17.5 gr/dl, P. 11.5-15.0 gr/dl
- Hematokrit = 36 %, L. normal 40-54 %. P. 35 %-47 %
- Lekosit = 9300 uL, normal 4000-10000/uL
- Trombosit = 182.000/uL, normal 150.000-300.000/uL

Obat yang diberikan :

- Sanmol
- Topsilin (antibiotic)
- Koffex

Karena trombositnya turun maka Daffa diduga DSA demam berdarah dan harus cek darah ulang besoknya. Padahal range trombosit normal adalah 150.000 – 300.000/uL berarti kan trombosit Daffa normal. Karena penasaran tidak mendapat jawaban DSA yang mengena, Mama D posting di milis SEHAT. Alhamdullilah banyak sharing dari member dan yang membahagiakan jawaban dr. Wati yang menyejukan hati. Saat itu Daffa hanya diberikan obat penurun panas (Sanmol), sedangkan antibiotic dan koffexnya masuk tong sampah hehehe. Sayang juga sih tapi ya mo gimana lagi, kalo periksa di rumah sakit ya include dengan obatnya. Mama D pernah mengutarakan akan menebus resep di apotik luar rumah sakit tapi menurut menurut peraturan rumah sakit itu, pasien wajib menebus obat di apotik rumah sakit kecuali kalo obatnya nggak ada.

Hasil summary posting sharing dari Mba Ade, Mba Heni, Mama Bumi dan dr. Wati dari milis SEHAT adalah :

1. Pemeriksaan darah yang dilakukan kurang dari 72 jam, biasanya sulit menemukan

kelainan, pasti besoknya diulang lagi.
2. Pada dasarnya, smua infeksi virus bisa menyebabkan trombosit menurun
3. Kebanyakan demam karena infeksi virus turun sesudah hari ke-3, tapi kalo demam turun
jangan langsung mengira akan mengalami DB. Lihat kondisi anak :
a. ika infeksi virus biasa, misalnya batuk pilek, saat demam turun, kondisi anak
kembali lincah
b. Jika Demam Berdarah, Kondisi anak menjadi memburuk, pucat, lemas, teler abis,
mual hebat, muntah-muntah, terjadi pembengkakan perut bukan kembung karena
ada pendarahan di perut
4. Kalau DB, demamnya 40 derajat C, manteng turunnya sedikit
5. Kalau ada batuk pilek, kemungkinan DB kecil sekali
6. Saat observasi, perbanyak minum dan minum.
7. Untuk kasus Daffa, tidak usah cek darah lagi, karena :
a. Mengundang infeksi ke tubuh anak (kan setiap kali ada luka, termasuk luka tusuk
jarum, kita memasukkan kuman)
b. Trauma, nanti setiap demam dia ketakutan
c. Ongkos dll
8. Deman berdarah dikarenakan virus, jadi tidak mempan oleh antibiotika.

Secara Mama D mah, lebih percaya sama milis SEHAT hehehe, soalnya Mama D liat setiap pasien di rumah sakit itu, yang kondisinya panas pasti deh di cek darah, mo satu hari, dua hari malah yang baru beberapa jam juga. Tapi Papa Shalman yang saat itu lagi riweuh rapat, mengharuskan Daffa cek darah ulang. Keliatannya Papa Shalman pengen make sure gitu deh. Akhirnya keesokan harinya hari Jumat 28 Okt 2005, Daffa cek darah ulang, hasilnya :

- Hb = 10 gr/dl
- Hematokrit = 39%
- Lekosit = 9300 uL
- Trombosit = 177.000/uL

Wah Si DSA makin menjadi-jadi deh, soalnya trombosit Daffa kan turun dari 182.000 menjadi 177.000. Mama D berusaha mendiskusikan hasil dari sharing teman2, tapi si DSA keukeuh jumeukeuh kalo Daffa diduga Demam berdarah. Trus dia juga liat behaviour Daffa yang jadi pendiem, kalo menurut mama D mah, Daffa lagi pendiem karena lagi bobo kebangunin di periksa DSA. Diskusi berjalan a lot suralot, duh sampai nggak tau lagi mo apa yang diomongin lagi. Soalnya si DSA kuliah kedokteran jadi panjang banget dia berkomentar dan para suster ikut-ikutan berdiskusi. Hasil diskusi, Daffa tetep harus cek darah ulang.

Karena kerjaan kantor juga numpuk, Mama D menelpon bala bantuan dari Tasik yaitu Nenek dan Aki. Mama D nggak tenang tinggalin Daffa hanya dengan pengasuhnya. Tapi dengan adanya bala bantuan, malah jadi makin riweuh, mama D lupa kalau Nenek dan Aki dr minded. Nenek, Aki dan Papa Shalman kompakan mengharuskan Daffa cek darah ulang, soalnya Daffa tersayang mo mudik hari Minggu tanggal 30 Oktober 2005. Dengan air mata dalam hati, Daffa diantar Mama D, Nenek dan Aki ke periksa darah ulang lagi. Setelah di cek darah ulang hasilnya adalah :

- Hb = 12 gr/dl, L. normal 12.0-17.5 gr/dl, P. 11.5-15.0 gr/dl
- Hematokrit = 37.4 %, L. normal 40-54 %. P. 35 %-47 %
- Lekosit = 4900 uL, normal 4000-10000/uL
- Trombosit = 190.000/uL, normal 150.000-300.00/uL

Saat itu yang praktek adalah dr. H buka dr. R seperti biasa. Menurut dr. H hasil cek darah Daffa bagus karena trombosit naik dari 177.000 menjadi 190.000, tapi saat di pegang Daffa masih panas padahal hari itu adalah hari kelima. Mama D heran banget soalnya saat di cek pake thermometer digital di rumah mah 37 derajat C. Si dokter malah bilang Daffa harus di rawat, halah gimana si dokter teh katanya hasil darah bagus kok diralat ?. Dia bilang karena pasien DB suka ada yang trombositnya normal, loh kok? Mama D kasih tau tentang sharing milis SEHAT, si dokter malah bilang justru karena ada batuk dan pilek, kemungkinan DB nya besar, karena kondisi anak lagi lemah. Halah Mama D jadi lieur kok bertolak belakang dengan sharing milis ya?. Mama menolak Daffa di rawat dan minta cek panasnya Daffa dengan thermometer ke suster dan hasilnya panasnya Daffa 36.9 derajat C, eh si dokter minta ulang lagi hasilnya 37 derajat C. Uuuu Mama D jadi sebel sama si dokter H teh, kayaknya kepala Mama D udah ngebul deh. Akhirnya si dokter memberikan resep :

- spectrum (antibiotika)
- racikan : ventolin, ryzen, aqua

Malah dikasih obat racikan lagi, emangnya Daffa asma kok dikasih ventolin segala, ih makin sebel aza deh. Tu obat langsung Mama D buang ke tong sampah, biarin deh buang uang biar buang penyakit sekalian. Akhirnya Mama D rapat menyamakan visi dan misi dengan Papa Shalman, Nenek dan Aki. Mama D kasih liat jawaban dr Wati, alhamdullilah mereka mau mengerti. Daffanya mah anteng aza, walapun jadi rada leuleus, ya wajar aza dia kan lagi sakit dan nggak mau makan, yang diisi tuh air, air dan air. Daffa ampe bosen ama pocari sweat, juice dan air putih. Duh jadi binun mana nggak mau minum lagi, akhirnya beli S O2, air hexagonal yang gambarnya Delon, alhamdullilah Daffa mau minum air Delon walapun dengan bujukan yang rada aneh hehehe. Kalo liat kucing kami bilang “Kata Meong Daffa harus minum” jurus itu ampuh juga. Jadi kami tuh selalu nongkrong di kaca depan rumah, nungguin binatang-binatang lewat hahahaha.

Akhirnya hari mudik telah tiba, Mama D menyakinkan semua family kalo Daffa hanya Ispa aza seperti dr. Wati bilang. Saat perjalanan mudik ke Tasik, jalanan ramai sekali, apalagi motor, weuh buanyak banget, ampe ngalangin jalan hehehehe. Tapi kemacetan itu ada hikmahnya, dijalan kan banyak kuda, jadi si kuda di pinjem namanya biar Daffa mau minum. Alhamdullilah Daffa menghabiskan 3 botol air delon, blom pocari sweat dan buavita, misi sukses deh. Hatur nuhun kuda… hihihihihi. Sampai di rumah nenek, Daffa langsung lari-lari, nggak keliatan kalo dia lagi sakit, malah selalu ngabur mulu setiap pintu buka. Alhamdullilah sampai sekarang Daffa makin sehat, nafsu makan mulai bertambah dengan jurus pinjem nama binatang hehehe.

Terima kasih tak terhingga untuk dr. Wati, Mba Ade, Mba Heni dan Mama Bumi via milis Sehat. Terima Kasih juga untuk Mbak Patty, Mba Astuti, Nopi, Teh Irma, Anie, dan Ale Via YM

Terima kasih juga untuk The Eci, Mba Susy, Dea, Fitri dan temen kantor lainnya via rumpian kantor dan YM hehehe.

Maafkan Mama Daffa, ngajakin Daffa cek darah terus. Walapun Daffa nggak nangis pas ditojos tapi Mama tau kalo Daffa nggak mau kan?????

Posted by dinnykaa at 03:21:14 | Permalink | Comments (14)

Thursday, November 10, 2005

Cerita Lebaran

Walaupun dah telat, Dinny, Shalman dan Daffa, mengucapkan :



Kangen banget deh ma blog ini hehehe, apalagi ma sahabat2 blogger, kuangen sekali. Lebaran tahun ini, kami sekeluarga mudik ke Tasikmalaya, ke rumah Nenek dan Aki. Tahun lalu kami berlebaran di Palembang di rumah Nyai dan Yai, mungkin taun depan kami berlebaran di sana%
Posted by dinnykaa at 05:19:58 | Permalink | Comments (6)