Kecewa Berat
Week end kemaren, Mama D, Daffa dan Papa Shalman mudik ke Palembang, rasanya waktu cepet berlalu deh. Andaikan si bos mengizikanku rehat sebentar, seminggu aza deh bos hihihihi, padahal jumat oge kabur denk *grin*. Qta memang mendadak mudiknya, sebenarnya dalam rangka ikut si Papa yang punya kerjaan di sana, udah kangen ama semua keluarga kami disana apalagi sama Uyutnya Daffa yang udah lumayan sepuh (89 taun bo).
Postingan kali ini, Mama D blon mendeskripsikan jalan-jalan qta di Palembang tapi Mama D mo cerita tentang transportasi udara qta. Terus terang aza, Mama D kecewa banget sama Bandaranya Palembang Sultan Mahmud Badarrudin, secara bandara baru yang katanya berkelas internasional, tapi kok Mama D sebagai konsumen tidak nyaman. Mama D pulang hanya berdua dengan Daffa, karena Papa Shalman masih ada urusan kerjaan. Ternyata untuk pulang berdua dengan baby 23 bulan, tidaklah mudah. Selain harus kukurilingan nguber-nguber Daffa, juga secara fasilitasnya di bikin aneh. Dimulai dari troly yang tidak ditempatkan di tempat yang terjangkau dan mudah dikenali. Masa troly disimpen dibawah tangga dideket tempat cek in, nggak keliatan atuh bos. Wuah kumaha barang-barang atuh Pak, bawa koper gede 1 ditambah tiga kantong titipan oleh-oleh, jadi binun tah. Akhirnya si Papah menerobos masuk membawakan tas kami ke tempat check in. setelah diselidiki troly teh dikuasai sama poter, uuu pan Mama D masih jagjag jadi mo bawa troly sendiri.
Selesai kami cek in, ada mbak-mbak yang maksa kami untuk membayar asuransi dari Jiwas Raya. Akyu sudah menolak dan mengatakan bahwa kami punya asuransi sendiri, eh eta si Mba keukeuh jumekeuh dengan muka jutek memaksa kami. Karena udah mau boarding, akyu bayar aza untuk 2 orang = 20.000, nggak seberapa sih tapi sebel pisan karena pemaksaan itu.
Pas ditempat tunggu, Mama komplain sama satu penjaga tentang troly dan asuransi, waks malah diceramahin dengan ketus, Mama protes dan membuat surat komplain. Ih sebel pisan, si Papa wae nu orang sana marah pisan dengan pelayanan bandara ini. Yang aneh ko konsumen lain nyaman dengan pelayanan bandara ini, ini terlihat dengan kotak komplain yang kosong dan mereka santai-santai aza, atau Mama D dan Papa yang sensi ya?
Ada satu lagi yang bikin Mama sebel, yaitu saat Mama D dan Daffa di kabin, kok minta baby seat belt aza musti 3 kali minta, akhirnya saat mo take off Mama baru di kasih si seat belt teh. Padahal Mama pan butuh waktu untuk jelasin dulu sama Daffa, biar Daffa ngerti dan mau pake. Mama liat dikabin itu ada 5 baby, dan hanya Daffa yang pakai, itu pun karena Mamanya yang minta. Selama Mama bawa Daffa berterbang ria, hanya satu kali Daffa diharuskan pake seat bealt selebihnya, harus Mama yang minta, ihhhhhhh mau safe aza kok susah sih.
