Monday, May 22, 2006

Selamat Ultah Papa Shalman

Tanggal 16 Mei lalu Papa Shalman ultah yang ke 29 tahun. Tak ada perayaan karena Papa Shalman memang berasal dari keluarga yang tidak merayakan ultah dan kami sekelurga hanya makan malam bersama dirumah (eta ada perayaan nyak hehehe, ini adalah bukti cinta kami kepada Papa hihihi). Banyak doa yang terucap untuk suamiku tercinta, smoga diberi kesehatan, kesabaran, keikhlasan, rejeki, keselamatan dunia dan akherat, amien.

Ternyata ada satu permintaan kado dari Mama (katanya nggak suka ultah, tapi ko minta kado nyak ;P), dan kado itu adalah mama harus les privat bikin kue di ibunya temen Papa hihihihihihi. Kata Papa, Mama terlalu banyak studi literatur dalam hal membikin kue hihihihi browsing ke mana-mana, kliping dan beli banyak resep tapi prakteknya nol. Hal ini dapat dibuktikan setiap ada acara selalu pesen atau beli kue teh (atu da Pa praktis gitu lo tapi pernah sekali pas arisan bikin kue coklat tea Pa, kata temen kantor mah enak da).

Karena ini adalah permintaan langsung yang ultah so Mama jadikan les itu, walaupun Sabtu lalu Mama kepengen nonton konser Padi dan Opick di Tegalega serta kumpul-kumpul Panitia dan Peserta PESAT 5 Bandung (kangen pisan ka Mba Patty hiks hiks). Dan hasilnya Mama telah membuktikan bisa menghasilkan Brownies Coklat dan Brownis Keju (suit, suit, prok, prok). Keliatan si Papa teh seneng pisan makan kue buatan istrinya, benar apa kata Bunda (dr. Purnamawati, SPAK, M.Med), kalo istri tuh musti masak buat keluarganya karena ada cinta yang tergoreng hehehehe (punten Bunda hihih) eh ada bumbu cinta gitu lo.

Posted by dinnykaa at 09:30:29 | Permalink | Comments (8)

Ulah Daffa

Kreativitas Daffa memang tak pernah bisa Mama bendung, dari yang kotor-kotoran sampai yang menjurus bahaya. Sejauh ini Mama and tim berusaha untuk menjuruskan dengan hal-hal positif sehingga Daffa mengerti kalapun ada satu larangan. Tapi beberapa waktu lalu Mama D dan seisi rumah Yangti (tetangga) kecolongan dan dibuat panik.

Saat itu, Mama dan Daffa lagi main di rumah Yangti, seperti biasa Daffa bermain dengan mainan yang disediakan Yanti, maklum Yangti punya beberapa orang cucu dari keponakannya sehingga punya mainan balita. Mama D sedang baca majalah, Yanti sedang masak, Tante Ve dan Tante ly lagi nyabutin bulu ketek (maaf). Kami yang sedang berkonsentrasi dikejutkan oleh teriakan Daffa sambil menujuk telinganya. Ya Allah, ditelinga Daffa ada obat tablet warna kuning punya Yangti, kontan semua panik, itu tablet tinggal sedikit lagi masuk 100 % ke lobang telinga Daffa. Mama juga panik dan bingung takut tablet itu masuk dan akhirnya mama pinjem pinset dari tangan tante Ly, dan menyapit itu tablet, alhamdullilah tablet bisa dikeluarkan. Semua senang tapi Daffa malah menutupi hidungnya, kata Daffa “Mama bau ketek”. Oooooo ternyata Daffa protes dengan pinset yang digunakan Mama pakai mengeluarkan tablet itu, pan itu pinset yang digunakan Tante ly nyabutin bulu ketek hahahahahahaha. Dasar Daffa….. Mama lupa nyuci pinset itu dulu, nggak kepikiran, dan setelah itu Daffa malah kepengen Mama lap telinganya pake tisu basah hahahahahahaha. Anak Mama ada-ada aja, mama kirain anteng teh lagi main mobilan taunya masukin obat ke telinga. Semoga nggak terulang pada siapapun, rasanya jantung mau copot deh. Kejadian ini tak terdokumentasi jadi nggak ada fotonya hehehehehe.

Posted by dinnykaa at 09:02:27 | Permalink | Comments (5)

Monday, May 1, 2006

Sampah lagi

Ini dia sampah Mama D yang hampir 4 minggu dipeuyeum di rumah, duh sudah menimbulkan bau tak sedap, dihinggapi lalat dan ternyata setelah diberesin Sabtu lalu jadi kebun binatang bilatung, ihhhhhh jorok. Mama D bukannya sayang ama sampah ini ;P tapi Bapak sampah dengan truk kuningnya blom ngambil-ngambil padahal iuran sampah jalan terus uuuuu. Setelah tanya sana-tanya sini, ternyata tidak ada lagi tempat pembuangan akhirnya (waduh). Setelah TPA Batujajar yang longsor, TPA yang digunakan adalah TPA Cicabe deket terminal Cicaheum (pantesan kalo lewat baunya minta ampun), tapi karena masa kontraknya sudah habis dan di protes warga so pemerintah lagi mencari TPA lagi (sampai kapan Pak???).

Duh masalah yang rumit, sebenarnya ada cara yang dapat mengurangi timbunan sampah ini rumah tangga ini, yaitu :

Membuat komposter (salah satu impian Mama D neh)

Foto dari http://www.pu.go.id/balitbang/puskim/protek_kim/ttg_kim/ttg_kim_komposter(krt).htm

Komposter adalah Alat itu dibuat dari tong plastik dengan diameter 49 cm dan pipa PVC berdiameter 10 cm. Kedua bahan tersebut diberi lubang dengan memakai bor yang jumlah puluhan sesuai besarnya bahan. Lubang pipa PVC berdiameter 0,5 cm dan untuk tong masing-masing 1 cm.
Pada bagian leher atas tong ditempatkan empat batang pipa PVC yang telah diberi lubang dengan bor tadi, dengan cara diberi lubang sesuai ukuran pipa. Pada bagian atas tong memakai tutup, supaya sampah yang dibuang ke Komposter itu tidak menimbulkan bau.
Prinsip kerja Komposter dengan cara proses pembusukan dengan bantuan mikro organisme dari sampah dan yang berada dalam tanah. Proses pengomposannya itu sendiri selama 4 sampai 6 bulan atau setelah terisi penuh. Untuk satu rumah tangga hanya dibutuhkan dua buah Komposter yang dioperasikan secara bergantian. Sampah yang dimasukkan adalah sampah organik dapur sehingga akan menghasilkan kompos. So sampah dapur sebelumnya musti dipilah-pilah jadi sampah organik dan non organik, sampah organik masuk komposter dan sampah non organik dibawa tukang sampah atau mau dikiloin juga bisa hehehe. Tempat sampah tidak bau (pake karung denk, tempat sampahna diambil pemulung), lalat/ tikus berkurang, sehingga lingkungan rumah bersih dan sehat. TPA pun umur pakainya lama dan pemulung nggak usah ngorek-ngorek sampah lagi, mending kalo dibersihin lagi, ini mah diacak-acak.
Posted by dinnykaa at 11:20:11 | Permalink | Comments (21)