Thursday, July 13, 2006

Kunjungan Lapangan ke Lagadar

Hari Rabu kemarin Mama d beserta teman-teman kantor berkesempatan kunjungan lapangan melihat proses rock blasting atau peledakan batuan di sebuah bukit batu lokasi di Lagadar, Cimahi. 

Gambar 1 & 2 Proses Penggalian

Proses awal dari blasting adalah pengeboran dengan alat CRD (Core Rock Drilled) dengan kedalaman 6 m. Lubang hasil pengeboran diisi dengan bahan peledak (formulanya dirahasiakan ah :P) yang kemudian di tutup tanah. Lubang dipasang detonator dan siap diledakan. Hasil peledakan adalah batuan yang kemudian dipilih lagi disebuah mesin dengan ukuran split ½, split 1/3 dan agregat.

 

Gambar 3. Saat Peledakan 

Persiapan blasting memakan waktu lebih dari 2 jam yaitu untuk mengebor lubang sebanyak 10 buah. Waktu yang mayan panjang itu kami habiskan dengan ngegosip dan foto-foto hehehe. Tahap peledakan adalah saat yang kami tunggu-tunggu, tapi tim rada kecewa karena pas peledakannya meuni nggak kerasa hehehe, bunyi juga cuma “blep” nggak “duar” seperti yang di film-film perang hehehe. Ternyata tim terlalu banyak berharap :D, padahal bahan peledaknya emang diset untuk meledakkan daerah itu saja. Nggak kebayang kalo gempa 9 skala mmi atau ada bom meledak, batu diledakin aza lumayan blep dan kami harus melihat dari jarak yang lumayan jauh.

Gambar 5. Curi-curi difoto sama Wade difoto saat penjelasan dari tim peledakan (anggeur)

 
 
Gambar 6. Lama nunggu mending difoto ah

Ada satu hal yang membuat Mama rada miris yaitu bukit-bukit sekitar lokasi yang mulai rata, hilang lagi tempat penampungan air di Bandung, bisa-bisa beberapa tahun lagi Bandung kakeueum hiks hiks hiks. 

Posted by dinnykaa at 08:05:54 | Permalink | Comments (18)

Thursday, July 6, 2006

Naik Kereta Aipi Tut tut tut

Dua Minggu yang lalu kami sekeluarga pergi piknik (adeuh piknik:D) naik kereta api KRD patas jurusan Bandung-Cicalengka hehehe. Idenya sih spontan aza, kepengan naik kereta bersama dengan waktu yang tidak lama, so dipilihlah KRD itu karena hanya memakan waktu 2 jam pulang pergi (nggak ada kerjaan ceunah kata Yangti mah). Saat masuk KRD, Daffa langsung berkomentar “Mama ih jiji, Mama ih kotor”, memang KRD kotor banget, sampah berserakan mana bau pesing lagi. Tapi karena udah terlanjur naik dan kereta sudah berjalan kami pun meneruskan piknik ini :D.
Diperjalanan Daffa lumayan bisa menikmati, dia senang sekali melihat sawah yang membentang, jembatan, jalan, bebek dan kerumunan orang-orang yang berlalu lalang di ketera alias tukang jualan, pengamen dan pengemis. Menurut Daffa naik kereta itu duduknya geyot-geyot maksudnya berguncang-guncang kali ya. Daffa juga ingin mencoba berdiri dengan bergelayunan sambil dipangku Papa.
Setengah perjalanan Daffa tertidur hehehe, padahal di kereta pan gandeng banget tapi ternyata dia tidak terganggu hehehe (turunan pelor ti mama d ieu mah ;P). “Lain kali Mama bawa Daffa naek Agro ya Fa” hehehe.
Posted by dinnykaa at 08:23:46 | Permalink | Comments (10)

Poffertjes Pertama


Akhirnya tadi pagi Mama d berhasil membuat Poffertjes Wink, resepnya hasil kopdar pertama Mama d sama Dapur Bunda tea bulan lalu. Semua happy deh dengan pencapaian mama d kali ini hehehe terutama Papa Shalman dunk, yang telah berhasil membangunkan putri tidur dari keengganan membuat kue ;P. Kalo Daffa awalnya hanya menjamah keju dulu, tapi setelah mencoba nggak bisa berenti ampe mau difoto ama kue buatan mama d hehehe. Mama d bahagia deh…

Posted by dinnykaa at 04:15:22 | Permalink | Comments (12)

Tuesday, July 4, 2006

Mudik Maret lalu

Bulan Maret lalu kami sekeluarga mudik ke Palembang dengan agenda menengok Uyutnya Daffa diselingi bisnisnya si Papa (adeuh bisnis hehehe). Tapi ada satu target Mama yang harus terpenuhi yaitu menyusuri Sungai Musi, walaupun airnya blewuk tapi ya kepengen aza ngerasain, mencari sudut2 lain dari kota Palembang.

Perjalanan kami dimulai jam 2 pagi dengan dijemput Cipaganti Travel menuju Bandara Sukarno Hatta, walaupun musti kukulilingan dulu tapi dengan moto praktis dan tidak merepotkan kami selalu memilih travel ini. Sepanjang jalan dapat ditebak kalo smua penumpang tertidur nyenyak, malah Daffa bingung pas bangun kok ada di Bandara hehehe. Pesawat take off jam 7 pagi dan jam 7.45 kami sudah sampai di Palembang, alhamdullilah selamat sampai tujuan.


Alhamdullilah Daffa bisa langsung akrab dengan smua keluarga padahal terakhir ketemu tuh pas Daffa umur lima belas bulan. Bagi Daffa aura tanah parahiangan mungkin sangat melekat, sampai-sampai kakak sepupu Daffa dipanggil Aa dan Teteh smua hihihi. Kendala bahasa tidak menjadi halangan, walaupun yang satu Palsu (Palembang Sunda) dan yang lainnya Palembang asli, so bahasa sunda dan bahasa palembang saling bersahut-sahutan, kadang membuat kami tertawa terkekeh-kekeh.

Aa Kiki : “Daffa embe lah ini!” (Daffa ambil ini !)

Daffa : “Embe mah lebaran” (Embe mah dipotong waktu lebaran)

Hari pertama, kami habiskan dirumah saja hehehe dan hari kedua kami berkeliling ke rumah sanak family termasuk ke rumah Uyut Daffa yang berjumlah 3. Alhamdullilah smua uyut Daffa sehat walaupun sudah sepuh, cuma uyut perempuan sudah tidak mengenali kami hiks hiks, ceritanya sudah ngaler ngidul. Untuk itu kami sempatkan pulang, selagi masih bisa bertemu hiks hiks.

Dan akhirnya target Mama D tercapai, tim susur sungai musi adalah Mama D, Daffa, Papa Shalman, Ua Siska, Aa Chanda, Aa kiki, Ade Adit dan Tante Ani (calonnya Om Tata, adik Papa). Kami naik ketek (kapal dengan bantuan motor) dari benteng kuto besak yang sebelahan dengan jembatan ampera. Diperjalanan kami melewati banyak rumah terapung, kapal-kapal dari yang kecil sampai yang besar sekali dan berakhir di PT Pusri. Mama D sih pengen lanjut ke pulau Kemaro, tapi penumpang lain udah pada mual termasuk Papa Shalman. Ternyata bagi kami smua, ini adalah pengalaman pertama menyusuri sungai musi ini lo hehehe. Setelah kembali ke dermaga, Mama D tidak lupa berfoto di jembatan ampere dulu hehehe. Hanya Mama D dan Daffa yang berfoto karena menurut tim yang lain kalo berfoto di sana kayak wong dusun (orang kampung) hihihi. Bagi Mama D mah gpp dibilang Wong dusun juga, yang penting bikin dokumentasi buat Daffa, jadi berapa kali Daffa mudik bisa ketauan dari jumlah foto daffa di Jembatan Ampera hihihi.

 

Nantikan kami ya objek wisata Palembang, kami hanya bisa berwisata satu objek wisata setiap kami mudik, nggak ada yang ngaterin sih abis keburu ketakutan dibilang Wong Dusun hehehe.
Posted by dinnykaa at 09:56:10 | Permalink | Comments (5)