Mudik Maret lalu
Bulan Maret lalu kami sekeluarga mudik ke Palembang dengan agenda menengok Uyutnya Daffa diselingi bisnisnya si Papa (adeuh bisnis hehehe). Tapi ada satu target Mama yang harus terpenuhi yaitu menyusuri Sungai Musi, walaupun airnya blewuk tapi ya kepengen aza ngerasain, mencari sudut2 lain dari kota Palembang.
Perjalanan kami dimulai jam 2 pagi dengan dijemput Cipaganti Travel menuju Bandara Sukarno Hatta, walaupun musti kukulilingan dulu tapi dengan moto praktis dan tidak merepotkan kami selalu memilih travel ini. Sepanjang jalan dapat ditebak kalo smua penumpang tertidur nyenyak, malah Daffa bingung pas bangun kok ada di Bandara hehehe. Pesawat take off jam 7 pagi dan jam 7.45 kami sudah sampai di Palembang, alhamdullilah selamat sampai tujuan.

Alhamdullilah Daffa bisa langsung akrab dengan smua keluarga padahal terakhir ketemu tuh pas Daffa umur lima belas bulan. Bagi Daffa aura tanah parahiangan mungkin sangat melekat, sampai-sampai kakak sepupu Daffa dipanggil Aa dan Teteh smua hihihi. Kendala bahasa tidak menjadi halangan, walaupun yang satu Palsu (Palembang Sunda) dan yang lainnya Palembang asli, so bahasa sunda dan bahasa palembang saling bersahut-sahutan, kadang membuat kami tertawa terkekeh-kekeh.
Aa Kiki : “Daffa embe lah ini!” (Daffa ambil ini !)
Daffa : “Embe mah lebaran” (Embe mah dipotong waktu lebaran)
Hari pertama, kami habiskan dirumah saja hehehe dan hari kedua kami berkeliling ke rumah sanak family termasuk ke rumah Uyut Daffa yang berjumlah 3. Alhamdullilah smua uyut Daffa sehat walaupun sudah sepuh, cuma uyut perempuan sudah tidak mengenali kami hiks hiks, ceritanya sudah ngaler ngidul. Untuk itu kami sempatkan pulang, selagi masih bisa bertemu hiks hiks.

Dan akhirnya target Mama D tercapai, tim susur sungai musi adalah Mama D, Daffa, Papa Shalman, Ua Siska, Aa Chanda, Aa kiki, Ade Adit dan Tante Ani (calonnya Om Tata, adik Papa). Kami naik ketek (kapal dengan bantuan motor) dari benteng kuto besak yang sebelahan dengan jembatan ampera. Diperjalanan kami melewati banyak rumah terapung, kapal-kapal dari yang kecil sampai yang besar sekali dan berakhir di PT Pusri. Mama D sih pengen lanjut ke pulau Kemaro, tapi penumpang lain udah pada mual termasuk Papa Shalman. Ternyata bagi kami smua, ini adalah pengalaman pertama menyusuri sungai musi ini lo hehehe. Setelah kembali ke dermaga, Mama D tidak lupa berfoto di jembatan ampere dulu hehehe. Hanya Mama D dan Daffa yang berfoto karena menurut tim yang lain kalo berfoto di sana kayak wong dusun (orang kampung) hihihi. Bagi Mama D mah gpp dibilang Wong dusun juga, yang penting bikin dokumentasi buat Daffa, jadi berapa kali Daffa mudik bisa ketauan dari jumlah foto daffa di Jembatan Ampera hihihi.


