Friday, November 24, 2006

Porong oh Porong

23 November 2006

Malam tadi mama nggak bisa tidur setelah dapet telpon dari Hany sahabat mama yang bekerja di Timnas Porong. Telepon tersebut mengabarkan kalo pipa gas meledak, tanggul jebol, meluber ke jalan tol dan Pak John Daktar anggota Timnas yang satu kantor dengan Mama hilang. Setelah dapat kabar itu mama nggak bisa melepas pandangan dari text berjalan di Metro dan bersms ria dengan teman2 yang lain. Sebagian anggota Timnas adalah teman2 mama di kantor, rasanya sedih banget dan khawatir dengan keselamatan mereka terutama Pak Jhon yang memang sedang berada di daerah tanggul utama tsb.

Metro Tv memang keren, kabar ini dijadikan headline news sehingga kami dapat terus mengetahui kabar dari lapangan. Melihat korban berjatuhan rasanya sedih sekali, tidak mudah bekerja di dekat tanggul yang bermeter-meter itu.

Malam itu mama dapat instruksi dari big bos untuk mencari informasi bagaimana prosedur pemulangan jenazah ke Bandara esok hari, wah tambah khawatir deh karena Riza temen mama yang lain pesimis dengan keselamatan Pak John. Saat mama mulai tertidur, sms dari Hany mengatakan kalau Pak Jon sudah ditemukan di atas pohon dengan tangan dan kaki yang melepuh, ” Terima kasih ya Allah, kau telah selamatkan teman kami”.

Posted by dinnykaa at 07:46:03 | Permalink | Comments (8)

Wednesday, November 15, 2006

Sex Education

Sabtu minggu lalu, Daffa tiba-tiba tanya “Mama Kaka kan pipis pake p***s kenapa Bi Lia pipisnya pake tempat ee”, hehehehe mama langung nyengir kuda dan langsung pasang kuda-kuda. Selagi Daffa ngegoes sepeda kukulilingan rumah dan mama cari buku, mama mikir dulu saat mampir di rumah Nenek Euis alias di rumah Bibi Lia tempo hari. Hmmm mama tau sekarang saat Daffa mandi di rumah Bibi Lia (bibinya Daffa anaknya Nenek Euis sepupu mama, umurnya tiga taun :D)  tiba-tiba Bibi Lia nyelonong pipis hihihihi.

Mama merasa waktu kedua telah tiba untuk membicarakan tentang sex education lebih lanjut pada Daffa. Waktu pertama adalah saat mama menceritakan anggota tubuh Daffa dengan nama aslinya beserta fungsinya. Seperti waktu pertama, mama ajak Daffa liat-liat buku lagi yang ada anatomi anak laki-laki dan anak perempuan, dan mulai mama bercerita kalo Allah itu menciptakan anak laki-laki yang kasep dan anak perempuan yang cantik, jawab Daffa “Iya udah tau we”. Dan mama bercerita lagi tentang anggota tubuh anak laki-laki dengan nama aslinya sambil sesekali menanyakan nama anggota tubuh beserta fungsinya yang sudah daffa hapal sebagai pendahuluan :D. Udah itu mama cerita tentang nama-nama anggota tubuh anak perempuan dengan nama aslinya beserta fungsinya. Reaksi lempeng sambil berucap “Oooo jadi bibi Lia pipisnya dari v****a ya, iya jawab mama. Mama menunggu pertanyaan lanjutan, ternyata tak ada pertanyaan lanjutan tapi ada sebuah peryataan “Bi Lia pipisnya pake tempat ee”. Hmmm keukeuh ni si kaka hehehehe, mama ceritain sekali lagi ahhhh. Dan akhirnya berhasil, keluar pernyataan “Bi Lia pipisnya dari v****a”, yesssss anak yang pintar. Mama tunggu pertanyaan lagi, ternyata Daffa malah konsentrasi dengan mobilnya, mama ditingalin begitu saja, mama pikir Daffa sudah dapat jawabannya dan tinggal mama menunggu waktu yang Ketiga.

Menurut paparan Ibu Lidya Iswara di seminar PESAT 5 Bandung, orang tua harus mulai dengan sex education pada umur 1,5 tahun dengan menjelaskan anggota tubuh beserta fungsinya. Hal ini terus berlanjut sampai anak dewasa dengan waktu yang disesuaikan dengan umur anak. Beliau membedakan pada beberapa tahap, tapi materinya di rumah euy, nanti mama posting menyusul ya.

Tentang Sex education ini, mama pernah tanyakan kepada ibu ustadzah di acara DW Balai geoteknik Jalan mengenai sex education  di agama islam. Menurut beliau orang tua wajib memberikan pelajaran tsb sesuai dengan umur anak, dengan kasih sayang, di waktu yang senggang dalam pembicaraan yang menyenangkan. Orang tua harus menjelaskan anggota tubuh dan fungsinya serta auratnya. Pada usia empat tahun, anak diharuskan untuk berpisah kamar dengan orang tua, bila keadaannya tidak memungkinkan karena keterbatasan ruangan, anak masih bisa tidur dengan orang tua tapi berpisah selimutnya. Saat mandi anak tidak boleh berbarengan baik dengan anak yang lain maupun dengan orang tuanya. Kamar anak laki-laki dan anak perempuan harus berpisah.

Posted by dinnykaa at 07:27:19 | Permalink | Comments (7)

Tuesday, November 14, 2006

Fans Berat Nidji Niy

Dua minggu lalu, mama ma Wade, Wa Susy dan Om Famee beli kado buat Yusuf new babynya Wa Elan ke Lavie deng an bi ntang tamu Ka ka Daffa hehehe. Seperti biasa ni bocah pecicilan bikin mama dan gank nyureng dan hareudang. Pas kami cari barang2 buat kado ni bocah sibuk sendiri milih belanjaan oge, sambil nenteng-nenteng tempat belanjaan kukulilingan nggak puguh arah sesekali diam sambil mikir, kaka daffa memilih celana dalam gambar superman dan sisir bayi. Tak lama dia mengambil juga kertas kado astro boy, rupanya belanjaan Daffa pengen dibungkus juga sama mbak lavie. Pas liat jam tangan langsung deh tutunjuk dan dipilihlah jam tangan popeye warna putih. Kali ini si bocah teh ketepu, dia ngasih barang2 ke mbaknya, padahal di lavie mah nggak di bon we langsung ke kasir hihihihi.

Setelah dari Lavie, kami mengujungi zoe corner, tempat gaulnya Wade, Wa Susy dan Om Famee. Di sana ternyata Daffa ketemu sama Om Nidji maksudnya Giring geto, padahal siy bukan, yang ada anak muda dengan rambut kayak giring gitu. Yang salting justru kaka Daffa, dia bulak balik untuk menyakinkan dirinya bahwa itu bener om Nidji hihihi, trus bilang ma mama rambutnya gede sambil megang rambutnya juga. Si mas rambut gede ngeh juga di liatin Daffa mulu, dan ngajak kenalan tapi Daffanya ngabur. Udah gitu si mas rambut gede nyanyiin lagu Hapus Aku tambah we daffa merasa kalo itu adalah om Nidji, Daffa ikutan nyanyi sambil ngumpet di badan mama, ih anak mama jadi pemalu gini;P.

foto dari http://nidjiholic.com

Posted by dinnykaa at 09:31:03 | Permalink | Comments (9)

Wednesday, November 8, 2006

Mudik 3

Akhirnya tiba lah waktu pulang yaitu pada hari Jumat tanggal 27 November 2006 jam sembilan pagi… Untuk rute pulang kami pilih Lintas Timur karena kewajiban survei pan udah lunas tinggal bikin laporan uggghhhh :D. Saat di Kayu Agung, kami melewati tukang duren yang sangat menggoda iman si Papa yang malu-malu hihihihi, kenapa malu-malu abis nggak berani ngomong ngidam duren, soalnya istri tercintanya alergi sama duren. Demi cinta sejati akhirnya mama minta untuk stop di tukang duren itu. Ternyata Kaka Daffa itu balad papa, bisa diliat dia memilih ikut papa ke tukang duren daripada ikut mama nunggu di mobil hihihihi. Mama nggak sendirian di mobil bedua kakek hihihi ternyata mama yang balad kakek, kakek memang nggak terlalu suka duren dan sejak dia dinyatakan penderita diabetes dan asam urat, kakek menyatakan untuk jauh dari duren. Durennya murah lo Cuma 5 ribu satu kepala, Papa, Nenek, Mang Rai dan Kaka Daffa menghabiskan 3 duren, kayaknya siy enak, duren sumatera geto lo, sayang mama nggak bisa foto durennya untuk ngabibita karena nggak kena zoom hihihi mama motret memang dari jarak yang jauh, kan nggak lucu mau motret malah muntah ;P.

Kami tiba di Pelabuhan Bakau Huni jam delapan malam, perjalanan pulang pake degdegan niy, akibat papa ikutin petunjuk jalan baru nggak lewat Menggala seperti di map mudik Telkomsel. 100 Km pertama itu jalan bener2 bagus, maklum jalan baru tapi setelah melewati kota Way Jepara Kab Lampung kami menemukan jalan-jalan yang berlubang dan lama-lama tambah jelek deh jalannya.  Udah gitu sepanjang jalan SPBUnya baru di bangun hingga kita ngisi bensin ngeteng gitu, terima kasih juga buat Pak polisi yang merekomentasikan bensin yang murni. Akhirnya setelah 180 KM kami menemukan SPBU, alhamdullilah. Karena hari mulai gelap kami berjalan berombongan dengan dua mobil istilahnya mah kompoi. Duh itu jalan makin lama makin kami merasa off road hihihihi, yang nggak ngerasa cuma mama dan daffa kali abis kita mah pan ratu dan raja pelor sedunia ;P. Alhamdullilah tau-tau mobil kami udah deket dengan pelabuhan bakau huni, senangnyaaaaa, legaaa pisannnn. Kalo disuruh ke jalan yang itu nggak mau lagi ahhhh, kecuali kalo jalannnya udah bagus, serem booo mana mobil yang melewatinya juga dikit, kayaknya hanya rombongan kita aza yang pake jalan itu ihhhhh ngeriii.

Kali ini untuk mencapai kapal laut, tidak ada hambatan sama sekali secuali mobil plat BE yang nyele, yang mepet banget ke mobil kami. Tanduk mama akhirnya keluar, mama marain aja si sopirnya itu, akhirnya dia diem dan menunduk, yang kayak begini yang bikin macet dan yang bikin nggak teratur teh. Selama di kapal laut kita hanya menunggu di mobil, soalnya kapal kita sama kayak kapal yang sebelomnya. Ombaknya lumayan besar, kerasa banget ampul-ampulannya. Jam dua pagi kami sampai ke rumah nenek Euis di Rangkabitung, langsung deh selonjoran, dan cari bantal nggak lima menit langsung nyungsep.

Esoknya kami melanjutkan perjalanan menuju Bandung dengan mampir di Tante Huda, tantenya papa di bekasi dan ke rumah Om Chairul omnya papa di Karawang. Senangnya, karena udah dua taun kita nggak bersua.

Kalo Ke Jakarta nggak afdol kalo nggak ke sate maranggi di Purwakarta walapun kami harus keluar pintu tol di pintu cikampek. Hmmmm sate yang satu itu memang mantap sekali. Tau berapa tusuk yang mama makan saat itu???? Dua puluh tusuk booo hihihihihi nggak ada yang ngalahin soalnya Kakek dan Papa inget sama asam uratnya, Nenek inget sama hipertensinya dan Mang Rai dan Daffa seneng ngebelah Ikan bakarnya. Tambah nikmat dengan es kelapa yang rasanya original itu.

Posted by dinnykaa at 02:56:48 | Permalink | Comments (10)

Monday, November 6, 2006

Mudik 2

 

Saatnya jalan-jalan di Palembang. Secara kuantitas, jalan-jalan kita nggak nambah-nambah selain ke Benteng Kuto Besak yaitu untuk liat Jembatan Ampera siang dan malam hari (kurang kerjaan nyak???) dan ke dermaga untuk menyusuri sungai musi hehehe. Pengennya sih ngeliput proses pembuatan songket dan wisata museum, tapi apa daya pembuat songketnya masih mudik dan tim jalan-jalan kita pada ogah ke museum, padahalkan seru tuh ke museum. Yang bilang seru siy cuma mama aza denk. Akhirnya menyusuri sungai musi dan ke pulau Kemaro dengan perahu naga, tuh kan secara kuantitas alat transportasinya makin keren kan nggak pake ketek lagih hihihihi.

Di pulau kemaro itu ada sebuah kelenteng yang selain sebagai tempat beribadah juga ada kuburan seorang putri. Menurut cerita Kiki (temennya Tante Yantinya Daffa), putri itu adalah putri palembang yang disukai oleh seorang kaisar, dan pulau itu terbentuk dari harta kekayaan si kaisar yang di timbuh di sungai musi. Di Pulau itu biasa lah kita cuma liat-liat dan foto2 aza, abis kelentengnya udah di tutup siy.

Posted by dinnykaa at 10:01:07 | Permalink | Comments (4)