Sex Education
Mama merasa waktu kedua telah tiba untuk membicarakan tentang sex education lebih lanjut pada Daffa. Waktu pertama adalah saat mama menceritakan anggota tubuh Daffa dengan nama aslinya beserta fungsinya. Seperti waktu pertama, mama ajak Daffa liat-liat buku lagi yang ada anatomi anak laki-laki dan anak perempuan, dan mulai mama bercerita kalo Allah itu menciptakan anak laki-laki yang kasep dan anak perempuan yang cantik, jawab Daffa “Iya udah tau we”. Dan mama bercerita lagi tentang anggota tubuh anak laki-laki dengan nama aslinya sambil sesekali menanyakan nama anggota tubuh beserta fungsinya yang sudah daffa hapal sebagai pendahuluan :D. Udah itu mama cerita tentang nama-nama anggota tubuh anak perempuan dengan nama aslinya beserta fungsinya. Reaksi lempeng sambil berucap “Oooo jadi bibi Lia pipisnya dari v****a ya, iya jawab mama. Mama menunggu pertanyaan lanjutan, ternyata tak ada pertanyaan lanjutan tapi ada sebuah peryataan “Bi Lia pipisnya pake tempat ee”. Hmmm keukeuh ni si kaka hehehehe, mama ceritain sekali lagi ahhhh. Dan akhirnya berhasil, keluar pernyataan “Bi Lia pipisnya dari v****a”, yesssss anak yang pintar. Mama tunggu pertanyaan lagi, ternyata Daffa malah konsentrasi dengan mobilnya, mama ditingalin begitu saja, mama pikir Daffa sudah dapat jawabannya dan tinggal mama menunggu waktu yang Ketiga.
Menurut paparan Ibu Lidya Iswara di seminar PESAT 5 Bandung, orang tua harus mulai dengan sex education pada umur 1,5 tahun dengan menjelaskan anggota tubuh beserta fungsinya. Hal ini terus berlanjut sampai anak dewasa dengan waktu yang disesuaikan dengan umur anak. Beliau membedakan pada beberapa tahap, tapi materinya di rumah euy, nanti mama posting menyusul ya.
Tentang Sex education ini, mama pernah tanyakan kepada ibu ustadzah di acara DW Balai geoteknik Jalan mengenai sex education di agama islam. Menurut beliau orang tua wajib memberikan pelajaran tsb sesuai dengan umur anak, dengan kasih sayang, di waktu yang senggang dalam pembicaraan yang menyenangkan. Orang tua harus menjelaskan anggota tubuh dan fungsinya serta auratnya. Pada usia empat tahun, anak diharuskan untuk berpisah kamar dengan orang tua, bila keadaannya tidak memungkinkan karena keterbatasan ruangan, anak masih bisa tidur dengan orang tua tapi berpisah selimutnya. Saat mandi anak tidak boleh berbarengan baik dengan anak yang lain maupun dengan orang tuanya. Kamar anak laki-laki dan anak perempuan harus berpisah.
Bu gulu diny…Aa dan Ade juga mau dong ikutan diajarin…mbu masih malu-malu soale…
oo gitu ya…dari 1.5th?!?!?! baru tau euy
daku jega sempet kaget waktu anne gak sengaja liat sepupunya *namanya sama, daffa* lagi pipis. trus dia celetuk ke ayahnya ‘ayah, itu si abang ada gajahnya’ gajahnya teh, artinya tempat pipisnya si abang daffa…hehehehe….
trus klo ke mol, lewat tempat bra, dengan spontannya dia teriak “nda…liat deh ada tete” aduhh…meuni isin pisan
din…apa kabar…?dah lama pisan daku ga BW…eee pas masuk sini langsung dapet pelajaran berharga…ampe terkaget-kaget bacanya…ternyata dari mulei 1.5 taon memperkenalkan about sex education teh..?
Masih gimanaaaa geto…mo ngasih ttg sex education ini ke azka….ajarkeun atuh din….hi…hi…
hihi kebayang deh…akhirnya masa itu datang juga ya Din. Kemaren Raka baru nanya…”Ibu where is the baby come out? tina mouth or bujur?” jadi we ibuna nerangkeun dengan mecoba biasa aja, menganggap wajar bahwa alat itu biasa (katanya sih harus begitu tapi tetep we reuwas dan isin)
tlg la translate kan dlm bahasa malaysia..
aku tak faham bahasa indonesia lah..
habuk pun aku tak faham..
Your hardworking article gains my admiration, can we be friends?