Porong oh Porong
23 November 2006
Malam tadi mama nggak bisa tidur setelah dapet telpon dari Hany sahabat mama yang bekerja di Timnas Porong. Telepon tersebut mengabarkan kalo pipa gas meledak, tanggul jebol, meluber ke jalan tol dan Pak John Daktar anggota Timnas yang satu kantor dengan Mama hilang. Setelah dapat kabar itu mama nggak bisa melepas pandangan dari text berjalan di Metro dan bersms ria dengan teman2 yang lain. Sebagian anggota Timnas adalah teman2 mama di kantor, rasanya sedih banget dan khawatir dengan keselamatan mereka terutama Pak Jhon yang memang sedang berada di daerah tanggul utama tsb.
Metro Tv memang keren, kabar ini dijadikan headline news sehingga kami dapat terus mengetahui kabar dari lapangan. Melihat korban berjatuhan rasanya sedih sekali, tidak mudah bekerja di dekat tanggul yang bermeter-meter itu.
Malam itu mama dapat instruksi dari big bos untuk mencari informasi bagaimana prosedur pemulangan jenazah ke Bandara esok hari, wah tambah khawatir deh karena Riza temen mama yang lain pesimis dengan keselamatan Pak John. Saat mama mulai tertidur, sms dari Hany mengatakan kalau Pak Jon sudah ditemukan di atas pohon dengan tangan dan kaki yang melepuh, ” Terima kasih ya Allah, kau telah selamatkan teman kami”.