Perjalanan kami dilakukan pada tanggal 20 Oktober 2006 jam 9 malam dengan rute Bandung-pelabuhan merak yang ditempuh selama 5 jam dan diselingi istirahat di rest area jalan tol cikampek. Tiba di Merak jam 2 pagi dan kami menikmati kemacetan mulai dari 1 KM sebelum pintu pelabuhan, baru deh ngerasain macetnya mudik hehehe. Ketika mendekati kapal laut, mobil sudah parkir mengantri sampai kami ketinggalan 3 kapal, alhamdullilah jam 5.00 kami masuk ke kapal Nusa ... Duh jadi miris banget deh, saat masuk ruangan penumpang yang nggak ekonomi, kok tercium bau pesing dan dinginnya ac nggak kerasa :D, akhirnya balik lagi deh kami ke mobil, ternyata lebih nyaman tidur di mobil bo. Selama di kapal laut itu, mama dan tim berkuliling2 ria mengantarkan "superman" yang pengen menjelajah ke setiap penjuru, ampe gempor deh mana kapalnya penuh.





Sampai di Bakauhuni jam 7.30, kami menggunakan jalur tengah sumatera dan di Kalianda di mulailah survey lereng :D. Urutan kegiatan survei adalah mencari lereng yang terjal dengan ketinggian di atas 10 m, mendokumentasikanya dengan cara di foto dan sketsa serta tracking GPS. Saat survei mama di bantu sang driver tiada lain papa shalman tercinta hehehe, nuhun pisan nya Pap, kerjaan mama jadi lancar dan cepat. Saat survei alhamdullilah Kaka daffa ngak rewel, malah seneng berenti-berenti dan sepanjang perjalanan selain tidur ya makan, bernyanyi atau ngejailin Mang Rai.



Malamnya kita menginap di Hotel Dewi 2 di Martapura sebuah kabupatan di Sumatera Selatan, alhamdulilah hotelnya bersih dan lumayan, mama menemukan hotel ini atas rekomendasi Pak Polisi. Perjalanan mudik ini sangat dibantu oleh info-info pak polisi, telkomsel siaga dan patok jalan, jadi selama perjalanan kami sangat nyaman dan aman, nggak takut tersesat, kalo pak polisi nggak ada tinggal tlp telkomsel siaga, semua info bisa kita dapat, yang paling sering mama tanyain apalagi kalo bukan letak SPBU, takut abis bensin dijalan mana letaknya kadang jauh2.



Kami mulai melanjutkan perjalanan jam 7 pagi, kabut asap menyambut kami di jalan menuju Kota Raja (baca Kota Rajo hehehe) sedih banget melihat pohon-pohon serta ilalang yang menghitam di sepanjang jalan, terkadang kami melihat asap mengepul. Kalo mama liat, kebakaran hutan selain dikarena pemanasan global juga diakibatkan oleh ulah orang yang tidak bertanggung jawab, abis banyak pohon2 yang menghitam itu ditebang dan dikumpulkan di suatu tempat. Jam 5 sore kami tiba di kota Palembang, senang rasanya, badan pegel mau rontok nggak terasa lagi. Setelah mandi langsung tiduran dan ngak mau jauh-jauh dari kipas angin, hareudang bayeungyang very very hot. Karena very hot tea dan kami nggak kebagian kamar ber ac ya sud deh, mama pasang kipas angin dua hehehe, alhamdullilah asma kaka Daffa aman walaupun asap kiriman dari Jambi bikin mata perih dan musti rada-rada batuk.






Saatnya lebaran, mohon maaf lahir dan batin. Lebaran di Palembang lebih ramai dibandingkan lebaran di Bandung, orang banyak yang bertakbiran keliling, kami hanya jadi penonton saja. Saat sholat ied alhamdullilah Kaka Daffa mengerjakan full dua rokaat tanpa culang cileng, tanpa duduk atau main-main nggak puguh, hebat bgt nih anak mama. Udahan sholat lansgung deh kaka Daffa tanya mama " Kenapa Allah abannya (takbir) banyak banget ?" "Ini kan sholat ied jadi allah abannya (takbir) banyak".
Untuk di Palembang ketupat disajikan dengan daging sapi malbi, daging sapi rendang, opor ayam tanpa kuah, dan sayuran dengan bumbu malbi juga, eneg banget hehehe. Untuk perkuean, empat kue wajib yang sangat manis tidak ketinggalan yaitu kue delapan jam (lama nian ya), kue ngke, kue lapis dan kue matsuba, itu kue sangat pabrik gula sekali, sampe dipotong2 kecil2, yang punya rumah takut tamunya kena diabetes hehehehe. Untuk minuman air putih menjadi barang langka karena disetiap rumah menyajikan aneka softdrink. Anak2 di sana jam tujuh pagi sudah bersofdrink ria, yang pening mama dan papa, daffa kan blon pernah mama kasih softdrink dan nggak akan pernah dikasih softdrink hehehe, dan daffa kabita dengan sofdrink itu, akhirnya kami akalin aja isinya di minum papa dan diganti sirup leci, dan kemanapun berada mama selalu bawa persediaan minuman kanibal itu, demi daffa tercinta hehehe. Tapi mama di bilang aneh bawa minuman kanibal itu, dan saat mama tanya kenapa anak2 kecil umurnya dua taun gitu boleh minuman sofdrink, jawabnya karena anak2 disana cucunya disana nggak ada yang penyakitan, kepala mama mengepul dan tanduk mama langsung keluar enak aja anak gue dibilang penyakitan, tapi astagfirullah masih lebaran ko tanduk ini udah keluar :D. (Bersambung)
Recent Comments
iya ih, boro udah geer