Berat dan Ringannya Asma
Inilah klasifikasi asma berdasarkan frekuensi munculnya:
* Intermitten, yaitu sering tanpa gejala atau munculnya kurang dari 1 kali dalam seminggu dan gejala asma malam kurang dari 2 kali dalam sebulan. Jika seperti itu yang terjadi, berarti faal (fungsi) paru masih baik.
* Persisten ringan, yaitu gejala asma lebih dari 1 kali dalam seminggu dan serangannya sampai mengganggu aktivitas, termasuk tidur. Gejala asma malam lebih dari 2 kali dalam sebulan. Semua ini membuat faal paru relatif menurun.
* Persisten sedang, yaitu gejala asma terjadi setiap hari dan serangan sudah mengganggu aktivitas, serta terjadinya 1-2 kali seminggu. Gejala asma malam lebih dari 1 kali dalam seminggu. Faal paru menurun.
* Persisten berat, gejala asma terjadi terus-menerus dan serangan sering terjadi. Gejala asma malam terjadi hampir setiap malam. Akibatnya faal paru sangat menurun.
Sedangkan, inilah pembagian asma berdasarkan berat ringannya gejala:
* Serangan asma akut ringan, dengan gejala: - Rasa berat di dada, - Batuk kering ataupun berdahak, - Gangguan tidur malam karena batuk atau sesak napas, - Mengi tidak ada atau mengi ringan, - APE (Arus Puncak Aspirasi) kurang dari 80 %. * Serangan Asma akut sedang, dengan gejala: - Sesak dengan mengi agak nyaring, - Batuk kering/berdahak, - Aktivitas terganggu, - APE antara 50-80%. * Serangan Asma akut berat, dengan gejala: - Sesak sekali, - Sukar berbicara dan kalimat terputus-putus, - Tidak bisa berbaring, posisi mesti 1/2 duduk agar dapat bernapas, - APE kurang dari 50 %.Serangan Asma dikatakan mengancam jiwa jika kesadaran penderita sudah menurun. Napasnya juga pendek-pendek, dan bibir serta kuku penderita tampak kebiruan. Gejala lainnya adalah APE sudah tidak dapat diperiksa lagi. APE dihitung dengan alat bernama Peak Flow Meter untuk melihat fungsi paru penderita. Saat itu, dalam darah penderita juga terlihat kadar O2 yang menurun, sementara CO2 meningkat.

