Karena Bunda Nira penasaran banget cara Mama merawat asmanya Daffa so postingan kali ini mama mo share sedikit dari yang mama tau. Awalnya emang shock mengetahui Daffa positif asma saat berumur 5 bulan, diagnosa DSA ini adalah hasil observasi selama 7 hari daffa di rawat (hiks hiks). Berawal dari sini lah mama jadi berusaha untuk berteman sama yang namanya asma itu, dengan berbagai macam mulai dari cari artikel, beli buku, bikin resume, konsultasi dokter, tanya ke senior-senior yang punya anak asma dan juga ke temen-temen yang punya asma. Ada beberapa hal yang mama lakukan saat ini untuk meminimalkan tingkat kekambuhan asmanya Daffa, alhamdullilah selama satu tahun ini hanya 1 kali daffa kambuh, Terima kasih ya Allah….
1. Cari tahu pencetus dan jauhi
Asma akan kambuh karena ada pencetusnya, maka kenalilah pencetus dan jauhi. Untuk mengetahui pencetus asma yang banyak banget, bisa diketahui dari test alergi, tapi mama mah nggak tega kalo daffa yang umur 5 bulan musti ditojos-tojos. Yang mama lakukan lulus asi ekslusif dan mencoba daffa berdekatan dengan pencetusnya. Saat lulus asi ekslusif dan mulai mpasi, mama cobain tuh makanan daffa + seafood yang katanya bakalan bikin alergi, setelah mama cobain semua diketahuilah kalo ikan kakap, brokoli dan tomat yang bikin kulit daffa merah-merah. Ada beberapa pencetus lain yaitu debu, flu, asap rokok, bahan wol dan udara yang dingin banget atau panas banget. So mama jauhin daffa dari semua itu. Ada hikmah dari cara mama ini yaitu Daffa menjadi pemakan segala hihihi kayak siapa ya? *tengok kanan kiri*. Baju mama yang wol dan sarupaning perwolan atau yang berbulu diungsikan ke lemari Bi Adis semua hihihihi.
2. Tata ulang perabotan rumah
Untuk meminimalkan bersarangnya debu, mama tata ulang perabotan rumah (jiga nu banyak wae nyak hihihi). Perabotan yang digunakan harus yang emang bener-bener diperluin, barang yang kadang-kadang diperluin masuk gudang. Karpet, selimut wol dan pernak-pernik diungsiin ke gudang dan dihibahkan pada sodara, pokonya rumah musti lega, sirkulasi udara lancar dan gampang elap-elap hihihi. Tidak ada lagi sapu menyapu, semua langsung di lap pake lap basah.
3. Saat asma datang
Saat asma datang, jangan panik !!!!!!. Berikan pertolongan pertama dulu. Jendela dibuka lebar-lebar, baju daffa dilonggarin, kasih minum air hangat, godog air dikasih minyak kayu putih biarkan uapnya dia hirup. Berikan bronkodilator sesuai petunjuk dokter. Bila tidak berhasil cari pertolongan medis, ke dokter atau kalo udah malem ke UGD. Kalo daffa muntah dan si lendir keluar langsung aman deh dunia. Sekarang Daffa tuh udah bisa ngasih sinyal kalo dia lagi rada sesak dengan cara menunjuk dadanya, trus dia minta minum susu udah gitu dia lari ke toilet dan muntah deh, pinter banget anak mama.
4. Bikin diary asma
Untuk diary ini, mama ambil dari guideline asma di website sehatgroup. Guideline itu top bgt deh, smua yang mama cari ada disana smua. Nah dari diary itu, mama catat perkembangan daffa tiap hari, dari mulai batuk berapa kali, sesak berapa kali, obat yang dikasih apa aza, lengkap deh, so kalo konsultasi dokter dibawa tah diary teh bahan untuk diskusi gitu. Untuk sakit lain juga sama, catat panasnya berapa, muntahnya kenapa, penanganan di rumah gimana, obat yang dikasih apa aza, behaviornya gimana, so pas ketemu dokter langsung konek.
Mama perlakukan Daffa seperti anak-anak yang lain, main pasir, kotor-kotoran, lari-lari, bersepeda, outbond, main ke sawah (sama mamanya ini mah), bermotor-motor ria, hiking, minum juice, ice cream dll nggak pantangannya. Menurut Bunda, anak harus dilatih agar terbiasa, mudah-mudahan Daffa bisa mengisi hari-harinya dengan bahagia dan tidak berbeda dengan anak lain.